Header Ads

Mencari Hati Pengacara

Kisah ini bermula dari nasib sekumpulan manusia. Berada di sebuah Kabupaten bernama Lombok Timur, Lengkapnya ada dalam lingkaran keluarga buta hukum. Tepatnya soal hukum perdata. Mungkin juga Pidana.

Terserah, pembaca mau menganggap kisah ini disadur dari sebuah fakta? Tidak mengapa. Justru itu yang diharapkan penulis. 

Ilustrasi : SIMPULNTB.com
Tapi penulis hawatir juga, jika kisah ini dianggap demikian, pasalnya pengacara adalah orang yang cerdas. Dengan ilmu yang didapatkan, tentu untuk tujuan mulia, kata berbagai sumber,  bisa saja di apa sajalah. Oleh pengacara, tentu tidak semua. Sebut saja oknum. Mirip pembahasan dalam situs hukumonline.com “Mau kemana pengacara kita”

Sasarannya bisa saja “ia” dituntut. Namun tak mengapa, ini demi kepentingan publik dan misinya ada kemiripan dengan tulisan berjudul “Mau Kemana Pengacara Kita”.

Singkatnya, ini adalah kisah sekumpulan keluarga yang sedang bengak ngangak luar biasa. Sakit dan mengkin inilah yang dimaksud dengan terdzolimi. Terdzoliminya tentu bukan semata-mata sebab pengacara itu, namun juga karena kebodohan, mirip apa yang dituliskan Emha Ainun Najib di “Jejak Tinju Pak Kyai”

Mencari Hati Pengacara adalah tema yang kami pilih dengan maksud dan tujuan akan dijelaskan di akhir tulisan yang singkatnya kami sebut untuk tujuan dakwah ini.  Mencari hati pengacara termaktub sebagai judul, singkatnya karena alasan sebagai berikut :
  • Kisah ini diambil dari kasus perdata dengan sub klasifikasi tanah.
  • Kisah ini diambil dari putusan Hakim yang mulia yang sudah memutuskan dengan seadil-adilnya perkara ini dengan putusan nomor  101/Pdt.G/2015/ PN.Sel ( Tingkat Pertama ) Nomor 57/PDT/2016/PT.MTR. (Tingkat Banding) dan Nomor 3162 K/Pdt/2016 (Tingkat Kasasi )
  • Kisah ini sudah memakan waktu yang cukup lama (Lihat Deretan Tahun, dan renungi prosesnya)
  • Kisah ini diangkat dari Kasus yang sudah membuat nama pengacara secara umum “RUSAK” gara-gara (mungkin) sebab etika pengacara dalam kisah ini dan karena masyarakat paham kronologinya yang sangat memalukan untuk dilakukan oleh oknum Pengacara
  • Kasus tersebut menyebabkan penulis bersedih melihat perpecahan keluarga, misi mulia keberadaan lembaga penegak hukum, para hakim yang mulia dan mereka yang berhati mulia.
  • Nama pengacara dalam kisah ini adalah Muhidin bergelar Sarjana Hukum.
  • Nama Pengacara tersebut dalam tulisan ini adalah nama samaran karena tulisan ini akan disimulasikan dalam bentuk karya sastra, sangat memungkin dengan pola laporan reportase, bisa jadi dengan catatan dan atau bermode sejenis hak menyatakan pendapat di muka umum.
Sebagaimana hak azazi seorang penulis, kisah ini berdoa semoga bisa menjadi proposal untuk berbagai hal yang semoga bisa menjadi pelajaran public.

Tunggu kisahnya Bersambung.   

No comments