Header Ads

Yuk!!! Bantu Prilly Latuconsina, Kampanye Cegah Kangker Serviks

Salah satu duta Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) Prilly Latuconsina mendukung Kampanye Ruben Onsu mempetisi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk melindungi putri Indonesia agar bisa terbebas dari kanker serviks dengan Program Imunisasi Nasional HPV.

"Aku Prilly Latuconsina, salah satu duta Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS). Kenapa aku tertarik bergabung dengan KICKS? Karena setiap tahunnya, ada sekitar 20.928 perempuan Indonesia terdiagnosis kanker serviks, dan lebih menyedihkan lagi, 45% diantaranya meninggal dunia, " tulis Prilly Latuconsina

Baca :

Semangat Perempuan dalam Berkreasi

Produk Koalisi Perempuan Desa


Di petisi Kak Ruben, disebutkan bahwa menurut data tahun 2012, setiap hari ada 26 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks dan diprediksi terdapat 58 kasus baru setiap harinya.

Sebagai generasi muda yang aktif dan dinamis, kita harus melindungi diri dari virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dengan deteksi dini secara rutin dan vaksinasi HPV sejak dini. Bukan hanya berhenti di kesehatan diri kita sendiri, perlindungan terhadap generasi muda bangsa seharusnya juga dilakukan sejak dini.

Indonesia berada di posisi tertinggi jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Pasifik untuk jumlah kasus kanker serviks pada tahun 2012. Sayangnya, saat ini vaksinasi HPV belum masuk program imunisasi nasional dari pemerintah. Padahal kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang dapat dicegah melalui vaksinasi.

Dengan semangat hari Sumpah Pemuda, mari kita bantu misi KICKS dengan menandatangani petisi ini demi akses vaksin HPV yang lebih luas bagi putri-putri Indonesia. Partisipasi kamu, khususnya teman-teman muda, dalam petisi ini sangat berarti.

Mari bersama sebarkan pesan pentingnya vaksinasi HPV dan wujudkan Indonesia yang bebas dari kanker serviks! We are strong together, and we are in this together!

Diakhir emailnya, Prilly Latuconsina mengucapkan salam "Salam, Prilly Latuconsina," tutupnya (kitagapai).

No comments