Header Ads

Nikmati Manfaat Ekstak Jahe ini

SIMPUL POTENSI.  Pasca bercerita soal Extrak Jahe yang ditakdirkan sebagai penyelamat sahabat Saya dari dinginnya cuaca, rasa ingin tahu terhadap produk jahe ini, mendatangkan keberanian untuk menanyakan mengapa kelompok Ibu Sahili membuat produk ini.

 “Mengapa kelompoknya ibu Sahili menjadikan ektrak Jahe ini sebagai produk usaha kelompok ibu?” tanya Devisi Tala Gema Alam NTB, sebagai sumber informasi ini.

Ibu Sahili kemudian menjelaskan bahwa di Desa Mekar Sari terdapat hutan lindung seluas 370 ha yang dikelola masyarakat dengan skema Kemitraan Kehutanan. Di sela-sela tegakan, penggarap memanfaatkannya untuk menanam Jahe. Jenis Jahe yang dikembangkan adalah Jahe Gajah. Setiap tahunnya, petani menghasilkan tidak kurang dari 200 ton. “Sekarang Jahe di sini cukup banyak, tidak kurang dari 200 ton/tahunnya” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dulu pada tahun 2015 ketika tidak banyak petani yang membudidayakan komoditas ini, harganya cukup bagus, dari Rp.5000-Rp.8000/kg. petani waktu itu cukup untung. Tahun 2016-2017, banyak petani yang berminat menanam Jahe. Namun kemudian apa yang terjadi; over produksi, pasar terbatas, harga menjadi sangat rendah, jauh dibawah harga bibit. Akibatnya petani menjadi merugi.

Karena keprihatinannya terhadap kondisi tersebut, kelompoknya meminta kepada KPHL Rinjani Timur untuk diberikan keterampilan mengolah Jahe. KPHL Rinjani Timur kemudian memfasilitasi kelompok untuk pelatihan membuat minuman instan ektrak Jahe yang kemudian mereka mematenkan namanya menjadi “Ektrak Jahe Puncak Semaring.”

Baca Juga : Kedinginan di Musim ini?


Pada perjalan berikutnya, kelompok kemudian didampingi oleh Gema Alam NTB untuk penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan keterampilan mengolah Jahe sampai kepada pengemasannya dan sekarang sudah mendapatkan sertifikat P-IRT dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dan sertifikat halal dari MUI NTB.

“Alhamdulillah, berkat dampingan dari Gema Alam produk kami sekarang sudah mendapatkan sertifikat P-IRT dari Dinas Kesehatan dan sertifikat halal dari MUI NTB” akunya.

Untuk pemasarannya KWT Puncak Semaring bekerjasama dengan Koperasi Hjau Gema Alam. Namun, sampai sekarang  pemasarannya masih sangat terbatas. Sehingga belum berdanpak pada peningkatan pendapatan kelompok.

KWT Puncak Semaring memandang bahwa untuk meningkatkan nilai jual Jahe harus dilakukan inovasi-inovasi variasi jenis olahan Jahe. Jika tidak ada upaya demikian, petani akan rugi kalau dijual mentahnya. Jika terus rugi, pada ahirnya tidak ada yang akan mau membudidayakan jahe.

Padahal jenis tanaman ini sangat direkomendasikan untuk dikembangkan dibawah tegakan. Oleh karena itu, Ibu Sahili memingharapkan dukungan dari semua pihak terutama bagaimana membangun jaringan pasar yang luas.

Saya membeli 1 kg, saya minum setiap hari di rumah. Alhamdulillah ternyata sangat baik untuk kesehatan tubuh. Dengan meminum ektrak jehe secara rutin, badan menjadi semakin sehat. Apa lagi jika diminum pada kondisi cuaca dingin. “Teman terbaik untuk menghangatkan badan adalah Minuman Instan Ektrak Jahe Puncak Semaring,” testimoni Devisi Tala Gema Alam NTB ini. (simpul/gema)



No comments