Header Ads

Telaah Staf Puskesmas Karang Baru Lombok Timur

Puskesmas Karang Baru Sebelum Diresmikan
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014  tentang Puskesmas, sudah sepantasnya Puskesmas Karang Baru, kecamatan wanasaba, yang selanjutnya bernama Puskesmas Karang Baru, berdiri.

Selain itu, secara umum Puskesmas Karang Baru juga harus ada berdasarkan faktor persebaran penduduk, luas wilayah dan kondisi geografi dari wilayah kecamatan Wanasaba.Dalam telaah staf, Puskesmas Karang Baru juga berdiri atas surat permohonan Kepala Desa Karang Baru, yang dilayangkan sekitar tahun 2014 silam.


Prihal permohonannya adalah untuk meningkatkan status Puskesmas Pembantu Karang Baru menjadi Puskesmas Induk. Tidak sampai disana, Kepala Desa Karang Baru juga kembali melayangkan surat tertanggal 8 Oktober 2015 tentang penyediaan lokasi pembangunan, berupa tanah lapangan Desa Karang Baru dengan luas 3.600 M (36 Are).

Ditanah inilah Puskesmas Baru ini berdiri dengan tujuan, fakta dan anlisa yang cukup jelas, diantaranya sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) serta Visi dan Misi Bupati Lombok Timur yang mengamanatkan pelayanan kesehatan bisa optimal dari segala aspek, diantaranya terkait sarana dan prasarana kesehatan.

Sisi lainnya, pengembangan wilayah Puskesmas ini dari segi geografis sangat cocok. Dimana Wilayah kecamatan wanasaba memiliki luas 55, 89 KM/2 dengan penduduk 61.769 jiwa yang tersebar di 14 Desa. Dari 14 desa tersebut, maka 6 desa diantaranya, akan berada dalam layanan puskesmas baru ini.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, drg. H. Asrul Sani, M.Kes menyampaikan kesimpulan dari berdirinya Puskesmas tersebut berdasarkan pertimbangan kebutuhan masyarakat di wilayah utara kecamatan Wanasaba.

Dicontohkannya, jika dilihat dari determin penyediaan, permasalahan kesehatan yang sangat dirasakan oleh masyarakat di enam desa tersebut adalah jangkauan ke Puskesmas Wanasaba sangat jauh. “Berdasarkan laporan, selama ini, masyarakat di enam desa, jika ada warganya yang mau dirujuk atau yang mau berobat mereka harus menyewa mobil untuk ke Puskesmas Wanasaba. Itukah menambah beban masyarakat,” kata Asrul Sani.

Membaca kondisi tersebut, Ia juga mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014, dijelaskan bahwa sasaran penduduk yang dilayani oleh satu puskesmas  sekitar 30.000 penduduk.

“Jika dilihat dari jumlah penduduk Lombok Timur, Seharusnya Lombok Timur memiliki 40 Puskesmas. Berarti kita butuh 11 Puskesmas lagi,”impian Asrul Sani. (simpul/03)

No comments