Header Ads

Sejarah dan Kiprah Gema ALAM NTB

Pengurus Gema Alam NTB dan Bupati Lombok Timur

SIMPULNTB. 1996 - 2004 Muhammad Juani dan kawan-kawan mahasiswa, pemuda dan masyarakat pencinta alam beradicita membangun peran dalam pembangunan, sambil menatap risau kondisi lingkungan hidup dan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat dan lingkungan.Dalam tenggang waktu yang tidak instan itu, baru kemudian, pada 15 Agustus 2004 lahirlah GEMA ALAM NTB yang tahun demi tahun sampai 2016 tahun ini terus istiqomah bersama gerakan rakyat membangun potensi sumber-sumber kehidupan. Diantaranya Potensi di 6 Desa Binaan yang akan dibahas dalam media ini. Semoga bermanfaat.




Gerakan Masyarakat Cinta Alam (GEMA ALAM) Pra menjadi organisasi legal yang bercita-cita mensinergikan semua potensi gerakan lingkungan hidup, sejak sekian lama (2004) aktif  menyuarakan hak asasi manusia  terkait kesetaraan langkah pengelolaan beragam potensi lingkungan hidup.

Sejarahnya adalah, berangkat dari inisiatif Muhammad Juani, bersama dampingan DR. Pauzan Fuad sebagai nara sumber saat itu, membahas kondisi lingkungan yang semakin kritis serta arah kebijakan pemerintah yang tidak berpihak terhadap rakyat dan lingkungan. 

Dari diskusi tersebut muncul sebuah gagasan dari Muhammad Juaini dan Pauzan Fuad untuk membentuk sebuah lembaga nirlaba yang independen dan berbadan hukum sebagai wadah perjuangan gerakan lingkungan guna mewujudkan tata kelola sumber daya alam dan lingkungan yang baik, adil dan berkelanjutan. Maka Maka pada tanggal 15 Agustus tahun 2004 lahirlah organisasi ini “Gerakan Masyarakat Cinta Alam (GEMA ALAM) NTB.

Gema Alam NTB memposisikan diri sebagai bagian dari gerakan rakyat dan gerakan sosial untuk melawan dominasi kekuatan kapitalisme global dan kebijakan negara yang harus bertanggung jawab atas perampasan hak atas lingkunganhidup, hak-hak sipil politik (SIPOL), maupun hak-hak ekonomi, sosial, budaya (EKOSOB) untuk mencapai kedaulatan rakyat atas sumber-sumber kehidupan.

Seiring dengan canggihnya perkembangan IPTEK banyak berdampak pada berbagai asfek kehidupan. Satu sisi, perkembangan tersebut sangat mendukung laju kemajuan.

Namun di sisi lain juga ternyata banyak yang mengabaikan norma-norma social dan kaidah lingkungan. Kebijakan pemerintah kerap melegalkan tindakan-tindakan yang merugikan kelestarian lingkungan hidup dan HAM, menyebabkan hilangnya keseimbangan ekosistem yang berdampak pada terjadinya bencana alam, bencana social dan kemanusiaan seperti banjir, tanah longsor, hilangnya sumber-sumber kehidupan hingga terjadinya kriminalisasi warga yang berjuang mempertahankan sumber dan ruang hidupnya.

Sejauh ini, Gema Alam NTB telah mendampingi dan memfasilitasi kelompok masyarakat yang terdiri dari sector petani (petani sekitar kawasan hutan – HKm dan Kemitraan Kehutanan), perempuan dan anak, kaum miskin di perdesaan dan perkotaan.

“Gema Alam NTB, juga akan terus dikembangkan pada sector nelayan,”kata Haiziah Gazali, Ketua Gema Alam NTB.  Mengingat wilayah NTB merupakan daerah kepulauan yang wilayah lautnya memiliki potensi yang sangat besar, lanjutnya.

GEMA ALAM NTB kini memiliki komunitas dampingan di 6 Desa. Terletak di Kawasan  Sub DAS Pohgading Sunggen dan Pancor Barong yakni di Desa Sapit, Suela, Mekarsari, Beririjarak, Jurit Baru dan Pringgasela Selatan serta 5 Komunitas Kota yakni di Kelurahan Selong, Pancor, Rakam, Sandubaya. SekartejaDi tiap-tiap komunitas terdapat 20 Community Organizeerlaki-laki dan 20 Community Organizer perempuan dimana dalam menjalankangerakan dan proyek GEMA ALAM selalu melibatkan Community Organizer.

Selain itu, GEMA ALAM juga membangun jaringan dengan OMS dan LSM/ORNOP local dan Nasional.