Header Ads

LMH, Bakal Calon Bupati yang Sasak Banget Gitu Loh!

Photo Profil Facebook Relawan Meriri (CP.30/5/17)
SimpulNTB.COM. Generasi pemimpin di Lombok Timur bak Air dalam Kemasan. Kok?. Ya. Mengingat Asel kali ya?. Produksi PT Selaparang Energi itu Lo. Singkatnya, InsyaAllah ndek gen sampai kehabisan stok. Terbukti dengan munculnya beragam bakal calon dengan sekian identitas pun kiprah. Salah satunya  adalah Lalu Malik Hidayat (LMH).

Redaksi tertarik mengulas bakal calon bupati dengan jargon meriri ini, pasalnya pada wawancara terbuka jam 12 malam di penghujung bulan Mei 2017 sampai menjelang waktu sahur, beragam konsep terungkap, “Ada konsep tersendiri yang kami rahasiakan, karena jika gajah melihat semut, maka pasti akan di injak,” demikian LMH.

Bakal Calon Bupati yang satu ini memang agak beda, latar belakangnya pun cukup mumpuni. Sering menderita dan tersakiti dalam memperjuangkan ide, namun kerasnya perjuangan membuat LMH kini semakin bisa dinikmati. Satu diantaranya adalah bertelurnya hasil perjuangan dalam bentuk Balai Arkeologi.

Walau kiprahnya terbaca masih sebatas di komunitasnya memang. Tapi jangan salah, dibalik itu, LMH banyak ide, menatap masa depan Lombok Timur tatkala virus dan vitamin dampak Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kelak menyerang. “Jangan sampai Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, hanya sebatas nama, namun dikuasai oleh bangsa luar,” demikian Malik Hidayat. 

Soal Sasak Banget Gitu Loh, Redaksi mencoba membrowsing tentangnya. Ditemukan sebuah akun facebook bernama Relawan Meriri. Bahasanya ke-cewek-cewekan. Melihat linknya ada nama baiq terpatri disana. Itu kan nama cewek, ya gak? bayangan link lengkapnya adalah facebook.comBaiqSriana/Wulandari. Nama yang cantik.

Jangan di klik, takut kecewa, pasalnya temannya sudah hampir mencapai 5000. Facebook membatasi jika sudah sampai angka itu. Dalam setiap postingannya, banyak hal-hal terkait sasak yang diulas. “Status ku siang ini datang dari hati nurani ku sebagai seorang DEDARE SASAK TULEN mohon di tanggapi dengan hati nurani juga ya, #BUDAYA SASAK warisan para leluhur dahulu yg begitu agung, yg begitu mulia sekarang dihargai seperti uang recehan Rp. 25,- Saja,” katanya dalam post 20 Maret silam (simpul/01).

No comments