Header Ads

Cara Melindungi Anak dari Pedofilia ala Dokter

SimpulNTB.CO. Mengingat maraknya berita tentang pelecehan anak di bawah umur yang dianggap sebagai perilaku pedofilia, maka penting untuk mengetahui cara mencegah pedofilia.  Dikutip dari catatan dr.Andri,SpKJ,FAPM, ada beberapa cara mencegah pedofilia.

Cara mencegah pedofilia ini diuraikannya beserta pesan bahwa anak harus kita lindungi. Dipaparkan Dosen Psikiater Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jakarta ini bahwa cara melindungi anak dari fedofilia diantaranya dengan cara memperhatikan beberapa hal terkait anak.

Berikut cara mencegah Pedofilia atau cara melindungi anak dari kekejaman Pedofilia ala Psikiater di Klinik Psikosomatik OMNI Hospital Alam Sutera ini ;
  1. Percaya kepada apa yang dikatakan anak kita. Ketika anak-anak mengungkapkan mereka mengalami pelecehan seksual, mereka mengatakan kebenaran hampir 95-98%.
  2. Pelecehan seksual terjadi ketika seorang anak sendirian dengan pedofil di dalam mobil, toilet, ruang kelas kosong atau lorong, atau bahkan di daerah tersembunyi dari tempat umum seperti kantong tidur bersama di saat camping bersama atau bioskop yang gelap. Hindari membiarkan mereka sendirian tanpa pengawasan orang tua.
  3. Orang dewasa yang tidak dikenal tidak diperbolehkan memiliki komunikasi pribadi dengan anak kita melalui SMS, WA, BBM, email, panggilan telepon, atau sendirian dengan mereka. Jangan lupa masalah kekerasan seksual kepada anak juga bisa melibatkan orang terdekat dari si anak sendiri seperti pamannya.
  4.  Pastikan anak kita tahu dan menggunakan kata-kata yang benar untuk bagian pribadi mereka: penis, vagina, skrotum, testis, anus, payudara, puting, dll.. Jika mereka mulai merujuk ke vagina mereka sebagai sesuatu yang bisa “dimakan" atau dinikmati, kita harus mulai menanyakan secara detail kepada anak kita tentang siapa yang mengatakan hal tersebut pertama kepada mereka.
  5. Situasi rumah tangga yang rentan; besar tanpa seorang ayah yang peduli untuk mereka, atau dengan orang tua sibuk yang membiarkan mereka pergi ke berbagai tempat sendiri, keluarga bercerai atau bahkan keluarga dengan orang tua yang sakit keras sehingga perhatian kepada anak menjadi berkurang. Seorang anak yang sedih, kesepian, atau penuh konflik lebih mudah untuk dimanipulasi oleh pedofil.

    Baca dan Share :
    • Sebarkan, Kiprah dan Hikmah Berita terkait Pedofilia
    • Bahaya Jaringan Pedofilia, Pihak Facebook Diminta Mengawasi
    • Tolong Share, Ikut Cegah Bahaya Pedofilia!!!
    • Tolong Share dan Ikut Cegah Bahaya Pedofilia!!!
    • Lindungi Anak Dari Bahaya Pedofilia
    • Cara Melindungi Anak dari Pedofilia ala Dokter
  6. Ketika anak mulai bercerita masalah terkait pengalaman yang sekiranya bernuansa seksual, jangan bereaksi berlebihan terlebih dahulu. Dengarkan mereka sampai habis agar kita mendapatkan cerita yang jelas. Reaksi kita yang berlebihan akan membuatnya diam dan memilih untuk menyimpan sendiri cerita detailnya.
  7. Bawa anak kita ke pusat rehabilitasi atau crisis center yang ditangani oleh profesional terlatih (psikiater, psikolog anak, psikolog klinis, pekerja sosial terlatih) di bidang ini. Kesulitan bercerita pada anak karena sering kali mereka merasa tertekan dan dipaksa untuk membahas terus-menerus kondisi hal tersebut oleh orang sekitarnya, termasuk orang tua.
  8. Laporan anak seharusnya didapatkan dari satu kali cerita yang didengarkan oleh orang yang memahami bagaimana memperoleh nformasi dari anak-anak yang mengalami masalah pedofilia atau kekerasan seksual.
  9. Laporkan ke polisi bersama dengan bantuan dari teman di crisis center tersebut. Kewaspadaan kita kepada anak-anak kita tentunya perlu berlaku proporsional. Kekangan yang terlalu ketat juga tidak baik untuk perkembangan mentalnya ke depan.
  10. Hati-hati terhadap lingkungan sekitar yang mempunyai potensi perlu terus ditekankan. Pelaku pedofilia bisa di mana saja berada, bahkan di sekitar kehidupan si anak sehari-hari.

“Hanya kewaspadaan yang baik dan pendidikan yang baik kepada anak yang bisa sedikit mengurangi risiko dari tindakan pelaku pedofilia,” demikian dr.Andri,SpKJ,FAPM (simpul/001)