Header Ads

Dinas Kesehatan, Berbagi Inspirasi Via WhatsApp

WhatsApp (WA) adalah aplikasi pesan lintas platform yang memberikan manfaat bagi penggunanya untuk bertukar apa saja dalam bentuk chat ataupun file. Kecuali yang tidak mau ditukar.

Aplikasi ini sudah digunakan lebih dari 1 Miliard di 180 negara.(wikipedia.com). Aplikasi ini juga lah yang menjadi perantara manfaat untuk keluarga besar Dinas Kesehatan Lombok Timur. Diantaranya untuk berbagi inspirasi mutu, informasi kegiatan, promosi kesehatan, bahkan saling tanya solusi terkait tugas pun sering menghiasi layar yang didirikan oleh Jan Koum ini.

Dalam rentang waktu sejak Admin Group WA Dinas Kesehatan Lombok Timur, Mustika Nurlaili,SST memasukkan penulis ke wadah bermanfaat ini (Whats App)  ada beberapa informasi yang juga penting untuk diketahui publik. Informasi tersebut, kami rangkum  dalam beberapa sub bagian, yang semoga bermanfaat.

Solidaritas Tenaga Kesehatan (Nakes) Lombok Timur untuk korban bencana yang menimpa Sambelia, terlihat nyata. Senyum dan kepuasan bhatin para sahabat yang langsung terjun ke lokasi, nampak tersungging dalam photo yang dishare.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) diantara contohnya. Informasi terkait IBI yang langsung terjun ke lokasi diperoleh dari akun bernama Mustika Nurlaili.

Selain IBI ada juga Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) cabang Lombok Timur. Kedua organisasi profesi kesehatan ini sama-sama kompak menyantuni Sambelia. Selain gabungan profesi tersebut, masing-masing puskesmas yang ada di Lombok Timur juga demikian.

Terpisah informasi yang didapatkan Infokes, soal bencana Sambelia, bahwa bencana ini menyebabkan kerugian hingga milyaran rupiah. Data yang dirangkum pihak kecamatan sambelia, terdapat 11 desa yang terkena dampak banjir bandang yang mengakibatkan sekitar 3.500 kepala keluarga (KK) menjadi korban dari sekitar 11.355 KK yang ada di kecamatan setempat.

Sementara itu untuk keluarga yang mengungsi berdasarkan data /15/02/2017 dari 11 desa masing-masing adalah Desa Sambelia =600 jiwa, Belanting = 462 jiwa, Obel-obel  91 jiwa, Labuhan Pandan = TIDAK ADA.

Selanjutnya, Desa Sugian = 331 jiwa, Dara Kunci = 367 jiwa, Desa Dadap 365 jiwa, Desa Madayin = 10 jiwa, Senang Galih = 358 jiwa. Sedangkan untuk 2 desa dari 11 desa tersebut yaitu Bagik Manis dan Desa Padak Guar terdata nihil atau bertanda (-) mengungsi (mz)

No comments