Header Ads

FGD Desa Beririjarak, Ini Dia Mandatnya.

Sumber. GEMAALAM.ORG
KIPRAH, GEMAALAMNTB.ORG. Sebelum kami menguraikan mandat, dalam hal ini harapan bersama terkait hasil Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Desa Beriri Jarak, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, NTB, maka kami akan ulas apa itu FGD.

FGD dari berbagai sumber adalah Diskusi Kelompok Terarah adalah yang memiliki berbagai tujuan. Diantaranya untuk mengumpulkan komunitas dari latar belakang atau pengalaman yang sama untuk membahas topik atau minat tertentu. Dalam FGD, Kelompok peserta dipandu oleh moderator (atau fasilitator kelompok) yang memperkenalkan topik diskusi dan membantu kelompok untuk berpartisipasi dalam diskusi yang hidup dan alami.

Kekuatan FGD tergantung pada membiarkan peserta sepakat atau tidak setuju satu sama lain sehingga memberikan wawasan tentang bagaimana kelompok berpikir tentang sebuah isu, tentang jangkauan pendapat dan gagasan, dan inkonsistensi dan variasi yang ada dalam komunitas tertentu. Dalam hal kepercayaan dan pengalaman dan praktik mereka.

FGD dapat digunakan untuk mengeksplorasi makna temuan survei yang tidak dapat dijelaskan secara statistik, kisaran pendapat / pandangan mengenai topik yang diminati dan untuk mengumpulkan berbagai macam istilah lokal. Dalam menjembatani penelitian dan kebijakan.


Metode FGD sudah diakui bermanfaat dalam memberikan wawasan tentang berbagai pendapat di antara berbagai pihak yang terlibat dalam proses perubahan, sehingga memungkinkan proses dikelola dengan lebih lancar.

Terkait FGD di desa Beriri Jarak, Kecamatan Wanasaba, Kab. Lombok Timur, NTB memncul ragam hal sehingga melahirkan harapan yang kami rangkum sebagai berikut :
 
  • Dalam prosesnya dari BPD sudah menyiapkan raperdes tentang pemanfaatan dan pengelolaan air bersih desa dan antar desa.
  • Pihak yang mengelola hutan adalah masyarakat, meski awig - awig yang ada masih berlaku.
  • Hasil pemanfaatan hutan selama ini tidak begitu maksimal karena masih pada pemenuhan kebutuhan pokok. Selin itu belum ada pengelolaan secara resmi baik oleh pemdes maupun masyarakat.
  • Salah satu kepala dusun mengungkapkan terkait dengan keterlibatan perempuan dalam pengelolaan Hutan Gong mereka juga harus dilibatkan selain itu para adalah agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, masyarakat, dan unsur lainnya yang memiliki potensi.
  • Harapan yang diinginkan untuk pengelolaan Hutan Gong:
  • Dari semua rencana yang sudah dibuat ada dukungan dari semua pihak sehingga apa yang sudah dibuat tidak hanya jadi wacana.
  • Pengelolaan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dan harus ada regulasi dan pemberdayaan masyarakat setempat.
  • Kerjasama antar pihak (masyarakat dan pendamping)
  • Pengembangan ekowisata
  • Adanya bimbingan dalam pengelolaan ekowisata karena kurangnya sumber daya manusia di Beririjarak sendiri.

No comments