Header Ads

Naskah Pidato tentang Korupsi dan Lemahnya Iman

Nah, itulah yang terjadi di zaman sekarang, khususnya di Negara kita tercinta Indonesia ini. Katanya Negara yang subur, damai, makmur, konon…………tapi, sekarang jadi hancur, semua itu disebabkan karena masih banyaknya manusia yang tidak mau bersyukur, yang di atas tingkahnya ngaur, kufur dan takabbur, yang dibawah ingin bebas tapi susah di atur, susah, susah, susah. Jadinya yaa gelisah, yang kaya makin kaya berpesta diatas derita sedang rakyat yang sebagian masih hidup dalam duka dan sengsara.

Judul Asli      : “LEMAHNYA IMAN DAN KAITANNYA DENGAN KORUPSI”
Disampaikan oleh : Endah Fitriani
Note : Teks ini pernah dipakai pada lomba pidato Bhs. Indonesia, Juara II  Tingk. Kab. Th 2014,

“LEMAHNYA IMAN DAN KAITANNYA DENGAN KORUPSI”


Pertama-tama, marilah kita panjatkan rasa puji syukur kita kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang Insya Allah barakah ini. Alhamdulillah.

Kedua kalinya, Sholawat serta salam kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW. yang telah meromba umatnya dari jalan yang berliku- liku menuju jalan yang lurus, dengan kata lainnya Ihdinassirotol mustaqim.

Sebelum saya melanjutkan isi pidato ini, terlebih dahulu saya memberikannya judul yakni:

Kenapa lemahnya iman?
Diera majunya zaman, manusia semakin edan, semakin lupa pada tuhan, semakin lupa daratan. Itulah kata orang katanya tanda-tanda akhir zaman, semua melakukan itu karena masih banyaknya manusia lemahnya iman, mudah terkena bujuk ranyuannya syetan padahal syetan itu adalah musuh kita yang nyata, yang dapat menjerumuskan manusia ke jurang api neraka, makanya kita harus memeranginya. Firman Allah swt:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam keseluruhannya, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Akibat banyaknya manusia yang berbuat dosa Allah swt. Memberikan peringatan dengan datangnya berbagai macam musibah dan bencana:

Artinya: “ Dan apa saja yang menimpa pada diri kamu disebabkan oleh perbuatanmu sendiri”.

Nah, itulah yang terjadi di zaman sekarang, khususnya di Negara kita tercinta Indonesia ini. Katanya Negara yang subur, damai, makmur, konon…………tapi, sekarang jadi hancur, semua itu disebabkan karena masih banyaknya manusia yang tidak mau bersyukur, yang di atas tingkahnya ngaur, kufur dan takabbur, yang dibawah ingin bebas tapi susah di atur, susah, susah, susah. Jadinya yaa gelisah, yang kaya makin kaya berpesta diatas derita sedang rakyat yang sebagian masih hidup dalam duka dan sengsara.

Hadirin yang berbahagia.
Kalau kita melihat realitas kehidupan disekitar kita tentu kitan pernah, bahkan sering mendengar bagaimana perkembangan korupsi di Negara kita baik dari media elektronik maupun media masa. Kita sama-sama pernah mendengar bahwa Negara kita ini sudah terkenal masuk sebagai kelompok korupsi terbesar di dunia, padahal Negara kita adalah Negara yang mayoritasnya beragama islam yang berasaskan “KETUHANAN YANG MAHA ESA”, tapi mengapa Negara kita ini dari tahun ke tahun tidak pernah terlepas dari masalah korupsi, apakah penyebabnya?

Penyebabnya adalah kurang tegasnya pemerintah dalam menyikapi hal itu, salah satu contoh seandainya seorang pejabat tinggi melakukan sebuah kesalahan misalnya korupsi pasti pemerintah tidak langsung turun tangan namun, apabila rakyat kecil berbuat sebuah kesalahan yang sepele pasti pemerintah langsung turun tangan dan memberikan hukuman yang cukup berat padahal, kesalahan yang dilakukan oleh rakyat kecil tidak sebanding dengan kesalahan yang dilakukan oleh para koruptor yang mengambil harta milik bangsa Indonesia yang berjuta-juta, milyaran bahkan terilyunan.

Inilah  hukum yang terjadi di Negara ini, hanya dijadikan alat permainan. Keadilan hanyalah ungkapan dan slogan. Penyebab selanjutnya adalah lemahnya iman yang ada pada diri seorang pemimpin, bayangkan saja seandainya para pejabat ataupun pemerintah memiliki keimanan yang kuat dan tidak lemah maka dia tidak akan terjerumus melakukan perbuatan yang buruk itu, perbuatan yang berdampak buruk bagi kita sebagai rakyat Indonesia, buktinya, para koruptor itu tidak pernah memperdulikan rakyat mereka hanya seenaknya saja mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak mereka, asalkan perut kenyang imanpun digadaikan, aslakan kantong penuh iman terlalaikan.

Hadirin yang berbahagia.

Memang sangat buruk perilaku para koruptor yang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak memikirkan orang lain yang semakin tertindas oleh korupsi yang diperbuatnya.
Dari penjelasan tersebut dapat kita simpulkan:

  • 1.    Sebagai generasi muda Indonesia marilah kita semua bangkit dari pembaringan, sadar dari mimpi dan hayalan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia agar menjadi Negara yang lebih baik lagi.
  • 2.    Marilah kita bangkit melawan korupsi agar tidak ada lagi yang namanya kemelaratan di tubuh rakyat dan akan menjadi kesejahteraan bagi rakyat
  • 3.    Bangkitlah hai pemuda Indonesia, para kawula-kawula yang berjiwa kesatria, dipundakmulah nasib bangsa ini. Bangkitlah, bangkitlah dan katakan tidak pada korupsi. !!!
  • Maju tak gentar membela yang benar…!!!!

No comments