Header Ads

Motivasi Sekolah Sehat

Penerapan Sekolah Sehat sebaiknya jangan teori saja. Penting sebuah langkah untuk mewujudkannya. Diantaranya dengan kebijakan untuk mewajibkan Sekolah Sehat. Karena, bagaimana mungkin Ilmu akan berkah jika lingkungan sekolah dipenuhi sampah karena anak bebas membuang sampah sembarangan?

Prinsip yang ditanamkan dalam memacu Sekolah Sehat adalah untuk Keberkahan Ilmu bagi Generasi bangsa, dan keberkahan rizki bagi para pendidik. Oleh sebab itu butuh sebuah terobosan untuk menciptakan sekolah sehat. Maka, lahirlah Kelompok Studi dan Ekstrakurikuler (KSE) Jurnalisme Adiwiyata Bermitra (Juwiter) yang merupakan inovasi atau konsep baru dalam Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang kedepannya diharapkan mampu memacu penerapan TRIAS UKS yang digagas oleh Muhamaad Hamzan Als Emzet Juwitour

Dinas Kesehatan pada masa drg. H. Asrul Sani sangat mendukungnya, Karena, beliau mengaku baik teknis dan terapan UKS selama ini hanya dikenal sebatas nama UKS atau pengetahuan terkait Trias UKS masih sangat minim. Dampaknya kemudian, sekolah yang tergolong peduli terhadap kesehatan biasanya hanya menyediakan Ruang UKS, alat-alat kesehatan, dan tim dari siswa yang biasa disebut Kader Kesehatan Remaja (KRR) atau Dokter Kecil.

Selain itu, tidak bisa dipungkiri, ketersediaan penunjang UKS tersebut, hanya berperan aktif apabila menjelang LOMBA atau PEMBINAAN KHUSUS saja. Di posisi yang sama, adanya mis atau perbedaaan pemahaman terkait UKS masih sangat terlihat. Jika disederhanakan UKS masih dipandang sebagai tugas dan tanggung jawab tenaga kesehatan saja.

Diposisi yang sama, sekolah juga kadang bimbang bagaimana menjalankan teknis dan terapan UKS. Terbukti dengan tidak adanya jadwal sesuai Trias UKS atau indikator terkait. Melihat kondisi tersebut, maka penting melaksanakan upaya bersama atau upaya bermitra agar semua pihak saling rangkul dan saling memahami terkait teknis atau pola kerjasama dalam menerapkan program UKS.

Sebelum penerapan di lapangan, diantara teknis yang penting dilakukan adalah melaksanakan aksi sukarela, bertemu, menyatukan misi dan mengembangkan solusi terkait teknis kerjasama pelaksanaan UKS sebagai bagian dari tahapan swadaya dan sosialisasi pengembangan program sekolah model binaan Dinas Kesehatan Lombok Timur secara berkesinambungan, melalui Juwiter.

Kegiatan ini bersipat swadaya sebagai upaya Pengembangan / Kaderisasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang peduli pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup yang dalam terapannnya memiliki prinsip anggaran bukan halangan, maksudnya sebuah kegiatan yang membangun tak mesti berdasarkan APBN, APBD dan sejenisnya, namun bisa juga melalui anggaran dari semangat kepedulian dengan pola donasi dan partisipasi sosial.

No comments