Header Ads

Kisah Petisi Kepada Direktur Garuda Indonesia (2)

BACA SEBELUMNYA


Setelah petisi ini saya umumkan ke media bersama somasi hukum YLBHI pada 13 Maret, kami mendapat respon cepat dari Garuda Indonesia. Kemarin kami bertemu direksi GIA di kantor YLBHI.

Pada pertemuan itu, mereka serempak meminta maaf dan berjanji untuk:
  • Menghapus pemberlakuan Surat Pernyataan bagi penumpang penyandang disabilitas hari itu juga. Kebijakan tertulis janjinya akan keluar hari ini dan kebijakan ini akan dimasukan dalam SOP (Manual Service).
  • Meningkatkan kualitas layanan yang setara bagi penyandang disabilitas melalui edukasi yang melibatkan penyandang disabilitas yang beragam.
  • Menambah sarana ambulift dan wheelchair accessible van bagi penumpang penyandang disabilitas saat dari atau ke pesawat. Hari ini, van tersebut diresmikan.
  • Memperbaiki layanan dan akses bagi penyandang disabilitas, termasuk info petunjuk, loket, dan petunjuk darurat, dari bandara sampai dalam pesawat dan tiba di bandara tujuan.

  Nah, ini kemajuan penting, dan Garuda harus diberi apresiasi. Tapi, harus terus dikawal. Contoh saja, sahabat saya Sunarman masih harus tandatangani Surat Pernyataan saat perjalanan GA 228 Jakarta-Solo pk 19.00 Wib semalam. “Sebelum ada perintah tertulis, kami tak mau ambil resiko” kata Maman meniru ucapan petugas.

Karena itu ayo kita kawal, awasi dan laporkan setiap kejadian yang tak sesuai janji. Caranya?

1. Ajak siapa saja untuk paraf dan sebar petisi, bila perlu beri komentar. Setiap tandatangan membuat petisi terkirim ke Garuda.
2. Tweet @IndonesiaGaruda ( https://twitter.com/IndonesiaGaruda), dengan apresiasi dan penagihan janji. Kalau ada yang tidak sesuai janji, sertakan foto, copy boarding pass dan keterangan kejadian.
3. Dukung somasi hukum YLBHI.

Kronologi rinci dari peristiwa sebelumnya:


Saya mencintai maskapai penerbangan negeri sendiri, Garuda Indonesia. Tapi apa yang saya terima saat beperjalanan sejak 2005, membuat saya kecewa dan harus bersuara keras. Agar penumpang lain, tak ikut dirugikan. Juga agar Garuda memperbaiki layanan ke penumpang, termasuk tidak mendiskriminasi penumpang dengan kebutuhan khusus seperti saya, pengguna kursi roda.

LANJUTKAN MEMBACA

No comments